Monday, February 6, 2012

Once in Our Lifetime: THE SCRIPT

Am I better off dead?
Am I better off a quiter?

JRENG. haha no I'm not gonna talk about that, anw. Eh tapi aku emang suka The Script kok *padahaldulunggaksuka* *ketawasokpolos* *jilatludahditanah*. In this case script nya itu skripsi haha.

Iya, penulisan skripsi kan hanya terjadi sekali dalam hidup kita. Lanjut sekolah lagi, ya ketemunya disertasi sama tesis. Penuh memori, nulis skripsi tuh. Hmmm..
Aku baru aja mengalami perasaan sama seperti sekitar Agustus - September 2011. Aku lupa sih pengumpulan skripsi tuh precise nya tanggal berapa bulan apa. Tapi pokoknya pas pengumpulan skripsi, data aku belum beres semua.

1. Kalau ini terjadi sama kalian, pastikan ada berapa data yang belum beres. Dan apakah kalian masih mungkin untuk lulus di bulan yang kalian targetkan itu? Kalau masih mungkin, kumpulkan aja skripsi tanpa data yang lengkap itu. As for the tips, jangan sama sekali ngga nulis pembahasan atas (perkiraan) data itu. Iya sih, kalian belum ada datanya. Tapi paling engga coba cari dan bahas dulu literatur yang mengulas tentang trend dari percobaan yang kalian akan lakukan (dan datanya belum ada) itu. Hal itu akan menambah nilai dari evaluator. PERCAYALAH. Haha. Karena (kalau di jurusan saya), setelah skripsi dikumpulkan sesuai deadline, dinilai oleh evaluator, maka nilai itulah yang akan menjadi nilai kalian. Engga bisa dirubah lagi, meski kalian merevisi setelahnya.

Masalah lain yang akan dihadapi oleh pembuat skripsi adalah mereka cenderung kesepian, karena temen-temennya akan sibuk dengan skripsi mereka sendiri, revisi dengan dosen pembimbing masing-masing, dan lain lain. Tenang..

2. Cari temen yang available, mungkin dari prodi lain #eaaa #timurjauhmanasuaranya #baratdayamanasuaranya. No, seriously coba cari temen lain yang nggak-lagi-sibuk masalah skripsi, nggak lagi punya masalah serius juga dengan hidupnya. Kenapa? Karena kalau kita dateng padanya di saat yang ngga tepat, yang ada kita malah bikin hidup mereka makin suram. Dan hidup kita pun demikian. Zzzz. ATAU, coba janjian sama temen sesama pejuang skripsi yang lagi off, pengen hura-hura juga, dan sama-sama lagi butuh hiburan. *sodorinpundak*


3. Cari tempat yang beda, sesuai kebutuhan. Saya, selama TA dan penulisan skripsi, menumpu seluruh (berat) badan saya pada Potluck. Pada tau lah ya, suatu tempat cozy buat ketak ketik dan minum (serta makan cemilan). Tanpa Potluck, mungkin skripsi saya ngga beres. Ini serius. Cuma di tempat itu saya bisa melancarkan penulisan skripsi sampai akhirnya beres, HORE! Saya berhutang pada tempat itu. Terima kasih, potluck. Ohiya dan kalian pasti punya tempat nyaman sendiri-sendiri, dimanapun itu. Bisa di kamar, di kampus (which they definitely are my place to be a procrastinator). Tinggal kalian temuin aja dimana itu.

4. Cari lagu buat soundtrack hidup kalian selama itu. Dan ini fungsinya untuk pengingat aja sih, jadi suatu hari kalian ngedenger lagu ini, kalian akan inget tentang perjuangan kalian jatuh-bangun (aku mengejarmu) mengerjakan skripsi. Saya punya, judulnya Skyscraper, singernya Demi Lovato. Kebetulan liriknya juga emang membangun dan menyemangati banget. Sampai sekarang, kalau denger lagu itu pastiii ingetnya jaman-jaman TA, skripsi, sidang. Mengharukan.

5. Inget-inget lagi motivasi kalian ngerjain skripsi untuk apa. Pengerjaan skripsi harus dibereskan karena itu kewajiban kita sebagai mahasiswa kan, itu yang harus kita sadari. Jangan ditunda-tunda, penundaan pengerjaan skripsi bisa berakibat skripsi lamaaaa banget beresnya. Nemu moodnya susah, iya. Tapi nemu uang buat kita kuliah juga ngga gampang. AFAIK, semakin lama kita lulus, semakin banyak uang yang harus dikeluarkan juga kan ya untuk bayar semesteran. Dengan kita cepet ngeberesin skripsi, cepet lulus, kita akan lebih cepet membahagiakan orang tua ya kan ya kan. Ok kalau pun kita membayar uang kuliah dengan uang kalian sendiri, paling engga dengan kita cepet lulus, kita akan lebih bisa mengalokasikan uang kita untuk kebutuhan yang lain.

Barusan, saya nyetir. Suasananya malam hari, dengan ramai orang lalu lalang tapi perasaan saya ngga puguh. Mungkin karena saya pengangguran *iya silahkan ketawa pemirsah* Sambil ngedengerin Skyscraper dan saya nangis. Deras. Perasaannya sama, kaya waktu itu. Banyak masalah, tapi ya tetep harus move on, namanya hidup kan berjalan *loh kok jadi curhat*

Haha well ok end of this post, gimana nih udah tanggal segini, denger-denger 4 hari lagi pengumpulan skripsi buat Aprillus ya? Wish you all the best, mate. Jangan sampai mengecewakan diri sendiri, apalagi masa depan *mongnaon*

GOODLUCK :)

2 comments:

  1. urusan skripsi ini emang masing-masing orang punya ceritanya sendiri ya.. hahaha..
    luar biasa, nice post, darl! :D

    ReplyDelete
  2. Haha iyap, suka duka untuk setiap orang pasti beda ya Teh. Aku baru liat blognya tenjul. Just got back from it & it's cool :)

    ReplyDelete