Thursday, March 29, 2012

Ray of Light


Never lose your faith. Especially from a morning.

Menurut aku, pagi itu adalah waktu yang sangat menentukan. Where a small step can be huge. Aku ingat, alm. Prof. Sukirno pernah bilang, ibarat kita ini mobil, memang harus dipanaskan dulu supaya kerjanya lebih bagus. Dan karena manasin mobil itu perlu waktu yang cukup, maka sebaiknya orang yang bekerja mulai pukul 7 pagi, ya harus bangun dari pukul setengah 5. Baca koran, sarapan, minum teh hangat, ngelap kaca dan kap mobil yang tertutup embun, mandi, dsb. Butuh proses dan waktu lho untuk mem-boost mood.

Dulu sempet kesel, waktu pertama kali masuk kuliah di ITB, kok mulai kuliahnya jam 7 pagi. SETIAP HARI- kecuali dapet jatah praktikum fidas shift siang. Eh ternyata keterusan sampai tingkat dua, badan ini jadi autopilot bangun pagi, meski ngga ada kuliah pagi. Baru pas tingkat 3 dan tingkat empat aja, agak bangkar dan mulai males-malesan. *nyengir*

Ternyata, emang pagi hari maknanya ngga sesederhana itu. Kepercayaan orang Cina, bahwa seseorang yang bangun pagi minimal 360 hari dalam setahun, tidak mungkin tidak bisa mensejahterakan keluarganya, mungkin benar. Hmm.. Bangun pagi, meski hanya untuk keluar pintu rumah, menghirup udara pagi, atau menyapa tukang bubur, seringkali membawa mood baik, entah dari mana datangnya.


"Days are better when you're stronger than your snooze button."

No comments:

Post a Comment