Monday, April 23, 2012

Trip to Ho Chi Minh City, Vietnam.

Ini adalah cerita, tips, apalah terserah (haha) dari pengalaman saya bulan Februari lalu, yang saya share kalau ada temen-temen yang berencana liburan ke Vietnam dalam waktu dekat atau dalam waktu jauh. Semoga bermanfaat. Enjoy!

Vietnam merupakan negara dengan Ibu Kota Hanoi. Namun, wisatawan lebih banyak mengunjungi Ho Chi Minh City (HCMC) yang dulunya juga merupakan Ibu Kota negara Vietnam dan lebih dikenal dengan sebutan Saigon.

Bendera Negara Vietnam
Transportasi menuju ke sana:
Bisa lewat jalan darat dari Singapore, Thailand, Malaysia, dan Kamboja. Kalau dari Indonesia, tentunya naik pesawat terbang. Kemarin saya pakai Jetstar, harga tiket sekitar 680ribu (Jakarta-Singapore-HCMC) karena mesennya agak ngedadak. Total perjalanan sebenarnya hanya 4 jam, namun transit di Singapura cukup lama, sekitar 6 jam. Banyak toko duty free, tempat makan (SUBWAY, Burger King) yang buka meskipun sudah dini hari jadi nggak perlu takut kelaparan. Kalau nggak mau terlalu banyak mengeluarkan uang, menunggu bisa dilakukan sambil browsing internet dengan menggunakan Changi Free Internet Access. Tidur di sekitar terminal bandara Singapura sangat tidak disarankan, jadi lebih baik temen-temen turun ke mushola (prayer room, ada di dekat imigrasi kedatangan) dan tidur di sana. Bandara Changi sangat dingin, pastikan temen-temen membawa jaket dan minyak-minyak yang bisa ngangetin badan.


Zonasi waktu:
Tidak ada perbedaan waktu antara Waktu Indonesia Bagian Barat dengan HCMC.


Keuangan:
Mata uang yang digunakan di HCMC adalah Vietnam Dong (VND). Saat saya berangkat kemarin, kursnya yaitu 1 VND = 0,48 IDR. Pengalaman saya, menukar uang dari IDR ke VND di money changer di Jakarta sangat sulit, uang Dong sangat jarang, jika ada pun akan sangat mahal. Saran saya, menukar uang lebih baik di  Money Changer bandara Changi saat transit di Singapura.
Jika tidak transit, simpan uang temen-temen di ATM dan setibanya di HCMC, ambil uang VND di ATM yang disediakan di Tan Sonh Nat Airport. ATM ada di sebelah kiri saat keluar dari Bandara, terlihat sangat jelas ada papan petunjuknya. Sekali transaksi di mesin ATM, akan terkena charge biaya sekitar 12.500 – 20.000 IDR, tergantung jenis ATM yang digunakan (saya pengguna kartu VISA, dan mesin ATM di HCMC sangat VISA-user-friendly. Namun ada juga yang menyediakan untuk Cirrus, MasterCard, dsb.) . Jika ada Vietin Bank, maka gunakanlah ATM bank tersebut (!) karena biaya charge per transaksinya paling murah (12.500 IDR) jika dibandingkan dengan bank lain (ANZ 20.000 IDR, ACB Bank 15.000 IDR).
Logonya Vietin kayak gini nih.

Menemukan ATM di kota Ho Chi Minh City sangatlah mudah, apalagi kalau temen-temen tinggal di kawasan Backpacker, maka setiap 1 m akan ditemukan mesin ATM. Ohiya, kalau pengen menukar uang di HCMC, ada baiknya temen-temen menukar dari USD menjadi VND (jangan dari IDR). Kursnya tinggi banget, 1 USD = 21.000 VND, yang berarti sekitar 10.500 IDR. Lumayan kan?


Transportasi selama di HCMC:
HCMC terkenal dengan pengguna motornya yang sangat banyak. Mobil pribadi sangat jarang ditemukan, justru lebih banyak mobil pick up, box, dan mobil pengangkut barang lainnya. Dari Bandara menuju hotel atau tempat lain, saya sarankan untuk menggunakan Taxi Vinasun atau Mailinh, dua perusahaan taksi terpercaya di Vietnam.

Kenapa? Karena tidak semua taxi mau menggunakan argo (meter). Tapi saya lebih menyarankan Vinasun *bukan tulisan berbayar*, karena memang armadanyapun sangat banyak di kota HCMC. Taksi Vinasun berwarna putih, dari Bandara menuju kawasan Backpackers, biayanya bisa mencapai 150.000 VND kalau nggak macet.



Selama di HCMC, jalan kaki bisa menjadi option yang sangat murah (dan sehat). HCMC terdiri dari beberapa district, namun hanya 2-3 district yang berisi bangunan bersejarah, kawasan backpacker, pasar murah, dan mall-mall elit. Pedestriannya sangat bersih dan aman, di setiap 100 m pasti akan ditemukan taman yang cukup banyak disinari lampu terang. Saya pernah berjalan kaki sampai jam 9 malam, dan masih ramai orang pacaran :P

Bisa duduk-duduk ngalay di deket air macur. Ihiy.



Taman yang paling sering dilewatin. 9/11 Park namanya.

Masih bisa main badminton di Ruang Terbuka Hijau!!

Kalau nyebrang, harus mengikuti aturan dan traffic light nya. Dan siap siap atas serangan motornya yaaa kayak lagi dikejar lebah. Perlu diingat juga bahwa Vietnam memberlakukan setir kiri, jadi sistem penyeberangannya pun menjadi berbeda banget dengan di Indonesia. Pokoknya, kalau mau nyebrang, jangan ragu. Motor, Mobil, atau Bis akan ngerem dengan segera begitu melihat ada yang mau nyebrang. Mereka sigap dan sangat menghormati pejalan kaki :)


Wisata yang disarankan:

Luangkan satu hari untuk Cu Chi Tunnel Full day Tour. Tour seperti ini akan ditawarkan di hotel-hotel temen-temen. Saat itu, saya menggunakan Delta Tour yang kebetulan bekerja sama dengan hotel saya. Cu Chi Tunnel Full Day Tour diawali dengan pergi menuju Chao Dai Temple (Candi milik kepercayaan Chao Dai, cmiiw) sampai siang hari,

Luarnya Chao Dai Temple
Setiap hari ada ritual keagamaan dan wisatawan sangat diperbolehkan nonton :)
kemudian dilanjutkan dengan wisata ke Cu Chi Tunnel, yaitu tunnel yang digunakan selama perang Vietnam. Masuk ke Chao Dai gratis, namun untuk masuk ke Chu Chi Tunnel, harus membayar 80.000 VND. Di dalam perjalan menuju Cu Chi Tunnel, Di Cu Chi Tunnel ini banyak sisa hasil perang Vietnam, mulai dari jebakan, senjata, sampai tunnel asli yang digunakan pada saat perang. Jebakannya asli, tapi hanya digunakan sebagai display. Kita sebagai pengunjung cuma boleh melihat dan memotret. Iyalah, siapa yang mau nyoba? Senjatanya juga dipamerin aja. Yang menarik, di sini kita bisa nyoba nembak pake senapan beneran. Senapan yang digunakan pada saat perang dulu. Untuk nyobain senapan itu, kita harus bayar 350.000 – 450.000 VND / 10 peluru, tergantung jenis senapannya. Waktu itu turis-turis sih pada beli 10 butir untuk sendiri. Saya? Sharing aja sama temen saya, 5 butir-5 butir. Wong cuma buat foto dan gaya-gayaan kok, jadi ngga usah keluar banyak uang :D

Hore lumayan budek sekeluarnya dari battle field -,-
Setelah main tembak-tembakan (yang diawasi sama petugas, tentunya) kami langsung dibawa masuk ke dalam tunnel. Tunnel ini bukan yang asli, melainkan tunnel yang sudah disesuaikan dengan ukuran tubuh turis. Tapi tetep, yang punya penyakit asma akut, jantung, claustrophobic, dan yang takut gelap sebaiknya gak masuk tunnel dan nunggu aja di pintu keluar :D Setelah kita keluar dari situ nanti akan ada pengarahan mengenai sejarah Vietnam dan cerita mengenai Cu Chi Tunnel itu sendiri.

Tunnel yang asli. Berasa iklan WRP Diet deh, Sure you can do.

Meski sudah ngarondang edan-edanan, tetep kece
Hari kedua, luangkan untuk City Tour. Banyak lho yang bisa dilihat di Vietnam ini. War Remnants Museum, ini adalah museum yang isinya tentang bekas perang di Vietnam dulu. Kalo nggak kuat lihat darah, mending jangan kesini deh -,- Ada juga Post Office, Church, Presidential Palace, dan masih banyak lagi. Enaknya city tour adalah kita di dalam bis aja dengerin guide-nya ngomong, sesekali ada juga sih yang kita diperbolehkan turun, tapi nggak sering sih mengingat waktunya terbatas.

Masuk War Remnants, disambut ginian
Salah satu poster yang ada di dalam museum

Post Office. Di dalamnya ada ATM gallery juga bahkan wartel! 

Kuil yang dikunjungi saat city tour
Ini ceritanya kantornya pemerintahan Vietnam apa gimana gitu ya, lupa (ketahuan gak merhatiin pas city tour)
Waktu itu saya sampai di HCMC siang-siang, jadi sorenya langsung pesen tiket Water Puppet Show dan kebetulan dapet show yang jam setengah 7 malam. Ini must watch show juga kalo ke Vietnam, seru dan murah (antara 5 atau 6 dollar US, lupa). Tapi water puppet show ini dalam sehari bisa ada 3 sampai 4 kali pertunjukan, jadi atur-atur aja mau jam berapa nontonnya. Hehe.

Water Puppet Show! :D
Makanan:

Vietnam terkenal sama Pho Bo nya (mie sapi, Bo itu sapi.) jadi insyaAllah halal. Nyari Pho Bo dimana-mana nggak susah kok. Nah, tapi dia juga terkenal dengan Spring Roll yang isinya bisa jadi ada babinya. Terus mi instan yang dijual di Circle K juga banyakan babi. Pokoknya kalo liat ada papan bertuliskan “Mi”, berarti warung itu jual babi. Selebihnya aman sih. Hehe. Kalo males mikir makanan aneh-aneh, ke foodcourt aja. Di Vietnam banyak mall bertebaran, di lantai paling atasnya suka ada foodcourt yang jual KFC, Ramen, gitu-gitu. Mall di vietnam itu elite-elite lhoooo jangan salah.


Pho Bo

Belanja:

Nah ini dia sebenernya, belanja di Vietnam udah paling bener tuh ke pasar. Mau belanja oleh-oleh kan? Jauh-jauh ke Vietnam mah belanjanya jangan di mall. Pasar yang paling terkenal di sini namanya Ben Thanh Market. Kalo pesen hotel, pastikan yang deket Ben Thanh ya. Di Backpacker District juga lumayan deket kok kalo mau ke Ben Thanh. Di pasar ini kalo pagi sampe sampe sore, pasarnya di dalam. Ada kaos, pernak pernik, buah, pujasera, macem-macem dah. Kalo nawar di sini mesti tega sampe yang dagang hampir nangis dan akhirnya mau nurunin seturun-turunnya. Kadang mereka ngehargainnya suka asal gitu harga turis. Ya biasalah namanya juga cari uang.

 


Gak terlalu beda jauh sama kosambi sebenernya, tapi lebih bersih dan....GAK ADA LALAT SATUPUN. #catet

Nah kalo malem, gedung Ben Thanh tutup tapi aktivitas pasarnya tetep buka........di tengah jalan. Serius jadi kalo mau belanja di malam hari juga bisa, dan saya sih lebih prefer di malam hari ya soalnya yang dagang lumayan ramah-ramah entah kenapa (pedagang di pasar yang pagi sama malam hari beda orang). Kalo di malam hari, pasti ada yang jual kopi vietnam juga. Kopi vietnam terkenal enak lhoooo dan bikin nggak bisa tidur (zzzz). Kalo beli oleh oleh di Ben Thanh aja, tapi kalo mau beli souvenir tertentu pas di Cu Chi Tunnel juga nggak apa-apa sih, harganya malah murah lho di sana haha padahal lokasi wisata.

Lain-lain:

Tipe colokan di hotel-hotel Vietnam sama aja kayak di Indonesia, dua bolongnya. No worries, paling bawa ekstensi aja siapa tau sama partner traveling bakal rebutan buat nyolokin iPod, hp, kamera, dll. Buat yang berjilbab, jangan heran kalo sepanjang jalan diliatin sama orang-orang karena emang mereka nggak familiar sama orang berjilbab. Selama saya di sana aja saya cuma ketemu 2-3 orang berjilbab. Tapi mereka welcome kok.

Naaaah segitu dulu kira-kira kalau ada yang mau ditanyain lagi, ngacung aja hehe. Happy holiday!

Gaya dulu di taman, haha. EAAA!

7 comments:

  1. Ras, iya gak ya kalo nyebrang orang vietnam langsung nyebrang aja gak liat kanan kiri? soale kendaraannya (as you mentioned before) selalu berhenti kalo ada yang nyebrang.. temen aku anak vietnam cerita, kalo di vietnam dia nyebrang langsung sung sung aja gak tengok kanan kiri.. asik sigana..

    ReplyDelete
  2. iya emang zaaaar disana kalo nyebrang slonong boy aja nanti juga mobil motor bahkan bisnya berhenti :D seruuu

    ReplyDelete
  3. RAAAAAAAAAAAAAAAS~ OMGOMG! SUPER SERU DEEEH! *anakiridunia*

    ReplyDelete
  4. Ti. Ayo lain kali solat di Vietnam. Pasti beda rasanya *ngacungin mukena*

    ReplyDelete
  5. haii salam kenal.. tiket 680rb itu one way atau return jakarta-ho chi minh? infonya menarik makasih yaaaa :)

    ReplyDelete
  6. Hai Comelo :)

    680ribu itu one way, mahal yaaa. Tapi pulangnya dapet tiket dgn harga setengahnya sih. Saran aku kalo mau beli tiket dari jauh hari. Jetstar atau AirAsia biasanya harganya gak beda jauh. Penerbangan direct lebih disarankan, hehe biar gak capek di jalan :D

    ReplyDelete
  7. Wow,artikel ini membantu banget buat saya yang mau berangkat akhir bulan ini. Tapi saya mau nanya nih, kalo nuker di changi itu dalam bentuk rupiah ke Dong atau usd ke dong? Soalnya saya juga ngerasain soal mahalnya dong di sini, jarang yang jual juga soalnya. Tadi galau antara mau nuker langsung tp kurs nya 0.8 padahal aslinya 0.55, nuker usd dulu tapi kena kurs beli di indo dan kurs jual di vietnam, atau pake ATM tapi resiko kalo di Vietnam uang Rupiah ga laku (jadi dapetnya waktu narik hampir sama kurs indonesia ato parahnya malah kurang). Terimakasih sebelumnya :)))

    ReplyDelete