Tuesday, July 15, 2014

Melarikan diri

Iya, saat saya melangkahkan jari saya ke blog ini, saya sadar betul bahwa saya berhutang tulisan detil mengenai perjalanan saya di Copenhagen. Ceritanya jadi gantung ya? Hehehe. *sungkemin atu-atu*

Barusan saya udah coba menulis tentang Copenhagen, ternyata jadinya kurang menarik dan engga enak dibaca. Mungkin karena perasaan hati saya juga ikut mempengaruhi *apa atuh....*. Anyway.... sekedar cerita ya, bahwa di Belanda ini sekarang lagi sepi-sepinya. Beberapa orang sudah pulang ke kampungnya masing-masing karena ini memang sedang musim liburan. Ya, ada sih yang bertahan di sini.. seperti saya dan beberapa teman yang juga sedang berjuang untuk kelulusan. Hehe.

Sepinya terasa sangat signifikan, sih. Naik bis, kosong. Masuk supermarket, kosong. Centrum juga lumayan kosong. Dunia sudah berubah (mongnaon). Kalau buat saya sendiri, jadi lebih terasa aja Wageningen ini sebagai kota yang menyerupai desa.

Oh, ngomongin Wageningen lebih jauh membuat saya inget setiap kali saya ditanya sama orang.

"Laras kuliah di Belanda?"
"Iya."
"Di mananya? Kota apa?"
"Wageningen."
"Oh.. Groningen?"

Sakit hatiiiiiiku~




Rata-rata orang taunya kota Amsterdam, Rotterdam, Delft, Utrecht, Groningen. Kota mainstream di negeri kincir angin. Oh, dan Den Haag. Tapi ya saya juga mungkin nggak akan tau soal Wageningen kalau enggak kuliah di sini, sih. Hehe. Jadi wajar kalau orang-orang enggak tau soal Wageningen. Wageningen ini kota kecil. Kalau mau menuju sini, bisa pakai kereta dengan tujuan akhir Nijmegen dan kamu bisa turun di stasiun Ede-Wageningen (tuh kan, stasiunnya aja nebeng). Kalau mau ke kampusnya, dari stasiun Ede kamu tinggal melanjutkan perjalanan dengan menggunakan Bis nomer 88 dan turun di Droevendaalsesteeg.

Duh, gara-gara nulis cerita ini jadi keinget... kenapa selama ini saya belum pernah mengambil gambar setiap sudut kota Wageningen yaaa hehe. Malah kebanyakan foto muka saya doang (preeet) yang mana kayaknya orang juga nggak pengen-pengen amat buat liat.

Ada baiknya saya menyudahi tulisan ini karena saya harus kembali menyelesaikan apa yang sebaiknya diselesaikan. Sudah lewat tenggat dari waktu yang saya janjikan... rasanya saya sudah mengecewakan diri sendiri tapi kemudian saya sadar kalau saya perlu menulis supaya tesis saya bisa mengalir lagi, hehe. Karena ternyata, untuk beberapa waktu memang menulis terasa lebih membantu daripada hanya bercerita melalui lisan.

"I think writing really helps you heal yourself. I think if you write long enough, you will be a healthy person. That is, if you write what you need to write, as opposed to what will make money, or what will make fame." - Alice Walker

Wageningen, 14 Juli 2014


2 comments:

  1. haiii larass.. :')

    lama enggak kedengeran dan aku lama nggak blogwalking :D how's life? belanda menyengankan yaa? :D stay happy and warm yaa!

    ReplyDelete
  2. hi puty! :D

    selamat untuk pernikahannya ya.. dan terlihat sangat anggun sekarang setelah pakai jilbab, hihi. aku udah di Indonesia lagi sekarang. suka deh sama desain blogmu yang sekarang :3 masih di balikpapan kah puty skrg?

    ReplyDelete