Thursday, November 26, 2015

Perpanjangan paspor: So long, Calo!

Hai! Kali ini saya mau berbagi pengalaman saat melakukan pembaharuan paspor di Kantor Unit Layanan Paspor (ULP) Bandung. Berawal dari ide liburan bareng temen kantor, dengan yakin saat itu juga saya mau beli tiket pesawat TAPI pada saat yang bersamaan juga yakin bahwa paspor saya masa berlakunya tinggal 4 bulan lagi (tertulis expiry date: 16 Februari 2016). Meh. Padahal,…. 6 bulan sebelum expiry date-pun paspor kadang tidak bisa dipakai/tidak berlaku di beberapa negara (Atau mungkin tergantung petugas imigrasinya, ya). But anyway, untuk amannya saya akhirnya berkeputusan untuk tetap melakukan perpanjangan paspor. Sendiri.

Setelah browsing sana-sini (thanks technology!), akhirnya saya menemukan informasi syarat-syarat untuk mengajukan perpanjangan paspor (dan pembuatan paspor baru):

1.    Paspor lama (untuk perpanjangan), Asli dan foto kopi halaman depan dan belakang
2.    KTP, Asli dan foto kopi
3.    Kartu Keluarga, Asli dan foto kopi
4.    Akte Kelahiran ATAU Ijazah SD/SMP/SMA (yang menyantumkan nama orang tua), Asli dan foto kopi.

Keempat dokumen tersebut harus memiliki detil NAMA, TEMPAT DAN TANGGAL LAHIR, NAMA ORANG TUA yang sama plek plek plek. Gak boleh ada beda satu huruf atau satu spasipun. Fotokopinya juga jangan dipotong yaaa. Jadi semua dokumen HARUS dalam format kertas A4.

Senin pagi (23 Nov), sayapun berangkat ke kantor Unit Layanan Paspor Wilayah I Imigrasi Kelas Satu Bandung dengan alamat:

Gedung Bina Citra Mandiri, Jalan Soekarno Hatta No. 162. (Patokan untuk menemukan alamat ini akan dijelaskan di bagian bawah). Kantor Imigrasinya ada di Lantai 3.


Saya sarankan kamu datang pagi. Saat itu saya sampai TKP jam 06.00, dan dapat antrian no. 13. Ternyata sudah ada beberapa orang yang datang lebih pagi, dan seingat saya saat itu tidak ada calo. Semuanya independent applicant. Baik untuk perpanjangan paspor maupun daftar paspor baru, urutannya sama: Periksa Berkas – Isi Formulir – Wawancara, Foto, Sidik Jari – Pembayaran.
  • Periksa Berkas. Loket ini dibuka pukul 07.00. Semua persyaratan yang tadi disebutkan akan diperiksa. Baik yang asli, maupun yang fotokopi. Semua detil identitas akan dicocokkan. Ukuran kertas fotokopian juga akan diperiksa – Harus A4. Kalau kamu lolos tahap ini, petugas akan memberikan: 2 lembar form yang harus diisi, 1 buah map kuning format keimigrasian, dan nomor antrian untuk tahap berikutnya. Semuanya GRATIS.
  • Isi Formulir. Petugas akan menjelaskan bagian mana aja yang wajib diisi. Formulir harus diisi dengan tinta hitam. Meski imigrasi menyediakan, lebih baik bawa pulpen sendiri supaya nggak harus mengantri pinjem-pinjeman pulpen. Siapkan Materai Rp 6000 untuk salah satu form yang harus ditandatangani.
  • Wawancara, Foto, dan Sidik Jari. Saya dapet petugas yang ramah. Di loket ini kamu cukup jawab pertanyaan petugas dengan jujur: bikin paspor untuk keperluan apa? Mau pergi dengan siapa? Dll. Bukannya posesif, gak usah GR dulu. Petugas imigrasi cuma nggak mau kalau kamu kenapa-napa :’) *dijambak berjamaah*. Untuk sesi foto, bagi yang berjilbab JANGAN memakai jilbab putih. Pakai jilbab warna merah, biru, hitam, atau pink ---kayak saya, atau motif bunga, gambar mikimos, bordir frozen, apa aja boleh. Bebassss asal bukan putih.
  • Pembayaran. Setelah lolos wawancara, kamu akan dikasih form pembayaran paspor. Pembayaran bisa dilakukan di Bank BNI lantai 1 di gedung yang sama. Biayanya Rp 355,000 + Rp 5,000 biaya admin = Total Rp 360,000. Paspor akan selesai H+3 setelah pembayaran dilakukan.
Semua proses di atas selesai dalam 1,5 jam. Oke, karena saya melunasi pembayaran paspor pada tanggal 23 Nov, berarti paspor saya bisa rilis tanggal 26 Nov. Pada tanggal 26 November saya ke kantor imigrasi lagi. Saya datang pukul 07.30, ambil nomor antrian. Loket pengambilan paspor dibuka pukul 08.00 dan petugasnya pun gerak cepat dalam melayani. Eh, ternyata paspor barunya beneran udah jadi. Kalau ingin mengambil paspor lamanya, jangan lupa bawa 1 buah materai Rp 6000 ya :)

Untuk yang ingin membuat atau memperbaharui paspor di Bandung, saya sarankan banget untuk mengurus paspor di Kanim ULP Soekarno-Hatta Bandung ini. Kenapa? Karena lebih bersih dari calo, dan sistem antriannya juga elektronik. Kecil kemungkinan bakal sakit hati diserobot calo. Petugas imigrasi sampai satpamnya pun sangat membantu dalam menertibkan antrian, loh. Karena sistemnya One Day Service, kabarnya Kanim ini cuma ngeluarin 100-200 paspor per harinya, makannya harus pagian kalau mau ke Kanim ULP Soekarno-Hatta. Suasana kantornya pun lebih terang dan nggak berisik. Beda banget sama Kanim Jalan Surapati Bandung. Saya hanya butuh 2 kali datang ke Kanim ULP: 1 kali untuk pendaftaran dan 1 kali untuk pengambilan paspor.


Kantor Imigrasi ULP ini sudah beroperasi lebih dari satu tahun dan sudah terdaftar di Google Maps (yasss! Thanks again technology!) jadi gampang banget nemuinnya. Patokannya, kalau dari kiaracondong, kamu bisa arahkan perjalananmu lurus ke arah Lampu merah Carrefour Kiaracondong. Kemudian belok kanan, ke arah tegallega. Setelah itu kamu akan melewati 4 lampu merah dan… mulailah waspada mencari si gedung Kanim ULP yang letaknya bersebelahan dengan Bandung Convention Centre. Untuk ke Lantai 3, ada tangga, tapi kamu bisa pakai lift juga kalau nggak mau ngos-ngosan. Bebasss.

Di lantai 3 juga ada toko alat tulis yang menyediakan jasa fotokopi dan menjual: pulpen hitam, materai Rp 6,000, dan sampul paspor. Saya nggak tau juga dia jual dengan harga berapa untuk barang-barang tersebut. Namun untuk fotokopi, per lembarnya dipatok harga Rp 500.

Jujur, paspor pertama saya dulu diurus dengan jasa calo karena saya udah kepikiran males bolak-balik ke kantor imigrasi dan males ngantri-tapi-diserobot.Waktu kemarin memutuskan untuk mengurus perpanjangan paspor sendiri juga sebenarnya agak tegang. Ternyataaa... sekarang lebih banyak petugas imigrasi yang helpful, ramah (penting!) dan berkomitmen untuk tulus melayani. Ohiya, kamu juga bisa coba layanan pendaftaran paspor baru secara online loh. Untuk di Bandung, kamu hanya bisa mengurusnya di Kanim Jalan Surapati.

Selamat mengurus paspor dan menikmati perjalanan! Semoga tulisan ini membantu yah ;)

xoxo,

AYS

3 comments:

  1. Rasssss,, kalo paspornya udh expired bisa pake perpanjangan ato harus bikin baru ya?
    baru tau ada yang d sini,, dulu bikin yang di surapati

    ReplyDelete
    Replies
    1. Teh Dhyyy itu jadinya bikin baruuu tapi persyaratannya bikin baru ama perpanjangan sama sih teh. Coba ngobrol aja sama mas2 paspor yang di ULP Soekarno Hatta. Baik baik kok hihi :D

      Delete