Tuesday, January 3, 2017

Something new: why not?

Menginjak hari ke-tiga di tahun 2017. Selama dua hari belakangan ini saya memiliki ide-ide gila yang lalu lalang di benak saya: bikin toko kue (padahal bisa baking juga enggak), buka usaha ternak kambing (ini sebenarnya ide usaha suami, tapi entah kenapa saya yang jadi lebih semangat), ngurus usaha rumah makan dan toko rintisan orang tua, sampai mimpi sejak dulu banget yang belum pernah kelakon -- jadi penyiar radio tetap. Yang udah temenan sama saya sejak SMA, pasti tau banget soal keinginan saya yang terakhir. Yang selalu berujung omdo!

Mimpinya banyak dan terkesan muluk-muluk, tapi saya pengen paling engga salah satu dari semua itu tercapai tahun ini. Stepping stone-nya aja dulu, minimal. Khusus untuk bagian ngurus usaha rumah makan orang tua, banyak banget ketakutan dalam diri saya apalagi ibu sangat dominan dalam hal mengurus usaha keluarga. Ibu memang memiliki pengalaman berwirausaha yang tak terbantahkan: 27 tahun mengelola usaha toko, rumah makan, butik jahit, catering partai besar, warung tegal untuk mahasiswa, dan masih banyak lagi usaha ibu yang kalau diurus dengan baik pasti sudah menjadi mega-usaha (bahasa naon yeuh mega-usaha), atau paling tidak toko ibu sudah tersebar di banyak titik di pulau Jawa, menjadi saingan berat bagi Indom*ret atau A*famart. Ibu juga sudah mengalami pasang surut ekonomi dan niaga, terutama pada saat krisis moneter, merupakan momen yang tak terlupakan bagi Ibu dan Bapak.

Saya yakin sekali, usaha Ibu selama 27 tahun menumbuhkan bisnis yang memikirkan rakyat kecil, masih memiliki kesempatan dan kemungkinan untuk berhasil. Terakhir kali saya bertemu Ibu, raut wajahnya sudah lemah namun ambisinya untuk berwirausaha masih kuat. Kulit ibu sudah mulai berkerut, tapi semangatnya untuk terus memikirkan orang banyak seakan tidak pernah surut.

"There's always a first time to everyone for everything"

Saya selalu inget teman saya, Rd. Shenandoah Annisaputri (Shenda) pernah bicara kepada saya mengenai quote di atas ketika kami masih sama-sama duduk di bangku SMP. SMP. Seragam putih biru. Bagi saya saat itu, kalimat tersebut tidak banyak berarti. Lain halnya dengan sekarang, Saya mau mengalami first time itu tahun ini. Meski tak dipungkiri saya sering beradu pendapat dengan Ibu, namun saat ini saya mau mencontoh semangat Ibu untuk merasakan sesuatu yang baru tahun ini :)

Cheers,
Laras

No comments:

Post a Comment